Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

MY TEAM MY FAMILY

Gambar
 Keluarga saya terdiri dari Ayah, Mama, dan 2 anak. Saya adalah bungsu dan saya memiliki kakak perempuan yang mempunyai jarak usia 2 tahun diatas saya. Ayah lagir pada 9 Februari 1968 di Kota Bima, Ayah bekerja sebagai TNI-AD dan sekarang telah menjadi purnawirawan, Ayah saya bernama Suhardin, sedangkan Mama saya lahir 12 Desember 1973 di Dompu, Mama say abernama Ida Royani. Kakak perempuan saya lahir di 15 Juni 2001 di Malang bernama Ainun Sabrina dan Saya sendiri lahir 3 Januari 2004 di Bima. Keluarga adalah fondasi yang memberi saya kekuatan dan arah dalam hidup. Dalam setiap langkah yang saya ambil, saya selalu merasa bahwa nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga saya adalah kompas yang membantu saya menjadi pribadi yang lebih baik. Di keluarga kami, nilai utama yang selalu kami junjung tinggi adalah kebersamaan. Kami diajarkan untuk saling mendukung satu sama lain, tidak hanya saat-saat bahagia, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan. Kami percaya bahwa kekuatan keluar...

KOTA KELAHIRAN (BIMA)

Gambar
KOTA BIMA (NUSA TENGGARA BARAT)      Kota Bima adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Kota ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya, serta budaya yang khas. Selain itu, Bima juga dikenal karena keindahan alamnya dan potensi ekonominya yang terus berkembang. Artikel ini akan mengupas tentang kota Bima, mulai dari sejarah, geografi, budaya, hingga potensi yang dimilikinya.         Kota Bima memiliki sejarah yang sangat panjang, yang dapat ditelusuri sejak abad ke-13. Bima dahulu merupakan bagian dari Kerajaan Bima yang terkenal pada masa lalu. Kerajaan ini dikenal sebagai kerajaan yang memiliki pengaruh besar di kawasan Nusa Tenggara. Setelah berabad-abad berkembang, Bima akhirnya menjadi bagian dari Kesultanan Bima yang kemudian terintegrasi dengan wilayah Indonesia. Pada abad ke-19, Bima mengalami masa penjajahan Belanda dan menjadi salah satu wilayah yang diperintah oleh pemerintah kolonial. ...