MY TEAM MY FAMILY
Keluarga saya terdiri dari Ayah, Mama, dan 2 anak. Saya adalah bungsu dan saya memiliki kakak perempuan yang mempunyai jarak usia 2 tahun diatas saya. Ayah lagir pada 9 Februari 1968 di Kota Bima, Ayah bekerja sebagai TNI-AD dan sekarang telah menjadi purnawirawan, Ayah saya bernama Suhardin, sedangkan Mama saya lahir 12 Desember 1973 di Dompu, Mama say abernama Ida Royani. Kakak perempuan saya lahir di 15 Juni 2001 di Malang bernama Ainun Sabrina dan Saya sendiri lahir 3 Januari 2004 di Bima.
Keluarga adalah fondasi yang memberi saya kekuatan dan arah dalam hidup. Dalam setiap langkah yang saya ambil, saya selalu merasa bahwa nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga saya adalah kompas yang membantu saya menjadi pribadi yang lebih baik. Di keluarga kami, nilai utama yang selalu kami junjung tinggi adalah kebersamaan. Kami diajarkan untuk saling mendukung satu sama lain, tidak hanya saat-saat bahagia, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan. Kami percaya bahwa kekuatan keluarga terletak pada kebersamaan, di mana setiap anggota merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk bersuara. Hal ini membuat kami selalu merasa bahwa tidak ada masalah yang terlalu besar jika kami menghadapinya bersama. Selain itu, keluarga saya mengajarkan tentang pentingnya kerja keras dan tanggung jawab.
Sejak kecil, saya diajarkan bahwa apapun yang ingin dicapai memerlukan usaha dan komitmen. Orang tua saya tidak hanya berbicara tentang nilai-nilai tersebut, tetapi juga menunjukkan dengan contoh bagaimana mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membantu sesama. Mereka selalu mengingatkan saya untuk tidak mudah menyerah, bahkan ketika jalan terasa berat. Salah satu nilai lain yang tak kalah penting adalah kejujuran. Di keluarga kami, kejujuran adalah kunci dalam membangun kepercayaan. Kami diajarkan untuk selalu berbicara dengan hati yang terbuka, mengungkapkan pikiran dan perasaan tanpa takut dihukum atau disalahkan. Dengan ini, kami belajar untuk memahami satu sama lain, serta membangun hubungan yang lebih kuat dan tulus.
Dalam keseharian kami, kasih sayang dan penghargaan terhadap satu sama lain selalu ada. Saya sering merasa bersyukur karena memiliki keluarga yang tidak hanya memberi dukungan material, tetapi juga memberi perhatian dan cinta yang tak terhingga. Kami saling menguatkan, saling memberi inspirasi, dan saling mengingatkan untuk selalu menjaga nilai-nilai positif dalam hidup. Dalam keseharian kami, kasih sayang dan penghargaan terhadap satu sama lain selalu ada. Saya sering merasa bersyukur karena memiliki keluarga yang tidak hanya memberi dukungan material, tetapi juga memberi perhatian dan cinta yang tak terhingga. Kami saling menguatkan, saling memberi inspirasi, dan saling mengingatkan untuk selalu menjaga nilai-nilai positif dalam hidup.
Komentar
Posting Komentar